Wakil Ketua DPRD Sulbar Hadiri FGD FKPT

0
24
Ket.Foto: Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim Saat Menghadiri FGD FKPT di Hotel Maleo Mamuju.

KLIKSULBAR.ID – MAMUJU, Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abd Rahim menghadiri dan sekaligus membuka pelaksanaan Kegiatan Internalisasi Nilai-Nilai Agama Dan Budaya di Sekolah dalam menumbuhkan Moderasi yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Barat Bidang Agama, Sosial, dan Budaya Tahun Anggaran 2020.

Yang dihadiri beberapa Pimpinan OPD,  Forkopimda lingkup Prov Sulbar dan Kabupaten, guru Agama sekolah umum dan Madrasah tingkat TK, SD, SMP/MTS dan guru Agama Kristen, Khatolik, Hindu, dan Budha.

Dalam sambutannya Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abd Rahim, mengatakan bahwa Sulbar telah tampil dalam segala keharmonisan yang ada dan harus dijaga dengan baik, menurut Dprd ini sesuatu yang perlu terus di support oleh pemerintah Provinsi karena membangun paradikma dalam konsep islami

ini adalah sesuatu yang menjadi karakteristik bahkan menjadi syarat bagaimana membangun sebuah peradaban” ungkap Abd Rahim. Lanjut, Abd Rahim menyampaikan bahwa DPRD akan terus memberikan dukungan penuh terhadap gagasan tentang bagaimana mengurangi ataupun menghilangkan ajaran atau tindakan yang bisa membuat deskriptif terhadap struktur sosial masyarakat.

Puluhan guru agama di Kabupaten Mamuju mengikuti dialog Moderasi dari Sekolah untuk membendung paham radikalisme dan terorisme masuk di kalangan pelajar. Dialog itu dilaksanakan Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Barat.

Ketua FKPT Sulawesi Barat M. Imran Idris mengatakan, para peserta dapat memetik manfaat dari dialog yang mengangkat tema ‘Internalisasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menumbuhkan moderasi beragama’ itu. Sebanyak 25 perwakilan madrasah, 28 sekolah umum, dan 28 orang dari stakeholder lainnya ikut dalam dialog itu.

Ket.Foto: Para Undangan DIalog FKPT

“Setidaknya, ada pemahaman baru para peserta dalam menjalankan tugas di lingkungan kerja masing-masing,” kata Imran kepada Liputan6.com di Grand Maleo Hotel Mamuju.

Sedangkan, Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat BNPT Letnan Kolonel TNI AL Setyo Pranowo mengatakan, kedepan dibutuhkan sebuah regulasi baru dalam penanganan terorisme. Semua kalangan harus terlibat dan bersinergi dalam melakukan pencegahan itu.

“Kami mendorong para guru untuk semakin meningkatkan metode pembelajaran agama, agar tumbuh keyakinan yang kuat dan tingginya rasa toleransi para peserta didik kepada sesama. Makanya kegiatan ini digelar,” kata Setyo.

Apa lagi menurut Setyo, saat ini, kelompok radikal dan terorisme sudah membaur dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pera guru sangat dubutuhkan dalam agar para pemuda penerus bangsa ini tidak mudah terpapar paham radikalisme dan terorisme.

“Kami tidak hanya melakukan tidakan pencegahan secara tegas, tapi juga secara lunak. Saya percaya pendekatan lunak adalah langkah paling tepat,” ucap Setyo. (Advertorial)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here