Sulbar Tempati Urutan Ketujuh Deflasi Pedesaan

0
238

KLIKSULBAR.ID — MAMUJU, Hasil pemantauan harga konsumen pedesaan menunjukkan terjadinya deflasi pedesaan di Sulawesi Barat pada Desember 2019 sebesar 0,22 persen. Hal tersebut secara umum dipicu oleh indeks harga kelompok Bahan Makanan yang mengalami penurunan. 

“Inflasi di pedesaan terjadi di 19 provinsi di Indonesia, tertinggi di Jawa Timur sebesar 1,06 persen dan terendah di Riau sebesar 0,04 persen. Sementara itu, 14 provinsi lainnya mengalami deflasi. Sulawesi Barat menempati urutan ke-7 dari 14 provinsi yang mengalami deflasi perdesaan,” Kata Kepala BPS Sulbar, Win Rizal. Kamis (2/1/2020). 

Hasil pemantauan harga produsen berbagai komoditi barang dan jasa di daerah perdesaan menunjukkan bahwa NTP Sulawesi Barat Desember 2019 sebesar 114,04 atau naik sebesar 1,21 persen jika dibandingkan dengan NTP November 2019 sebesar 112,68. Hal tersebut disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,06 persen dan indeks yang dibayar petani turun sebesar 0,15 persen. 

Secara umum harga komoditi hasil pertanian dari bulan sebelumnya naik sedangkan harga barang-barang keperluan konsumsi dan produksi turun. Akibatnya, perbandingan antara indeks harga yang diterima dengan indeks harga yang dibayar petani cenderung lebih tinggi.

Bila dibandingkan NTP antar provinsi di Pulau Sulawesi, pada Bulan Desember 2019 terlihat bahwa lima provinsi mengalami perubahan positif. Perubahan positif terbesar yaitu Gorontalo yakni naik 2,51 persen. Sementara itu, satu provinsi yakni Sulawesi Utara mengalami perubahan negatif sebesar 1,25 persen. Jika dibandingkan perubahan indeks harga konsumen pedesaan (inflasi/deflasi) antar provinsi di Pulau Sulawesi, dua provinsi yang mengalami inflasi.

“Provinsi dengan inflasi pedesaan tertinggi yakni Sulawesi Selatan sebesar 0,24 persen. Sementara itu, empat provinsi mengalami deflasi. Provinsi dengan deflasi perdesaan terendah yakni Gorontalo sebesar 3,30 persen,” paparnya. 

Untuk skala nasional, NTP bulan Desember 2019 sebesar 104,46; naik sebesar 0,35 persen Dibandingkan bulan November 2019, dan mengalami inflasi pedesaan sebesar 0,28 persen. (/*FA) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here