8.500 Metrik Ton Cangkang Sawit Ekspor Perdana ke Jepang

0
124
Ket.Foto: Sekprov Sulbar, Muhammad Idris pada acara pelepasan Charcoal (Cangkang Sawit) di Kantor Unit Penyelenggara Klas II Belang-belang, Senin,21 Januari 2019/Ilham

 

 

KLIKSULBAR.id – MAMUJU, Bertempat di Pelabuhan Belang-Belang Kabupaten Mamuju, untuk pertama kalinya , Sulbar mengekspor Charchoal atau Cangkang Sawit sebanyak 8.500 Metrik Ton (M/T) ke Jepang, yang dilakukan perusahaan pengexpor PT.Jambi Energi.

Prosesi pelepasan ekspor Charcoal perdana tersebut, ditandai dengan penyerahan Surat Persetujuan Berlayar oleh Sekprov Sulbar Muhammad Idris kepada nahkoda kapal MV.HAYABUSA.

Ket.Foto: Sekprov Sulbar, Muhammad Idris pada acara pelepasan Charcoal (Cangkang Sawit) di Kantor Unit Penyelenggara Klas II Belang-belang, Senin,21 Januari 2019/Ilham

Sekprov Sulbar Muhammad Idris mengatakan, Pemprov Sulbar sangat mendukung keberhasilan ekspor cangkang sawit tersebut, dan mengapresiasi para pelaku usaha di dunia transportasi melalui Pelabuhan Belang-Belang.

“Ini merupakan kebanggaan, karena akhirnya kita bisa lakukan ekspor perdana cangkang sawit di pelabuhan ini. Hal tersebut dapat terwujud berkat kerjasama perusahaan dengan pengelola cangkang sawit,”tutur Idris

Untuk itu, mantan Deputi bidang Diklat LAN RI tersebut menyatakan, kedepan bukan hanya cangkang sawit saja yang ekspor, tetapi komoditas lainnya juga akan didorong.
Lebih lanjut, Idris menjelaskan, cangkang kelapa sawit itu dijadikan sebagai bahan bakar alternatif di sejumlah negara. Sehingga menurutnya, Sulbar ke depan memiliki peluang besar untuk menjadikannya sebagai komoditas yang handal.

“Dulu cangkang hanyalah sampah dalam perkebunan, yang dibuang begitu saja dan tidak punya nilai sama sekali. Namun sekarang sudah bisa menjadi rupiah, bahkan dollar di dunia perdagangan internasional”ungkap Idris

Dalam kesempatan itu, Idris mengungkapkan, sampai saat ini baru PT. Jambi Energi saja yang dikerjasamakan dalam mengekspor cangkang sawit, sehingga Ia berharap kedepan perusahan-perusahaan lainnya dapat melakukan hal yang sama.

Ia menambahkan, dengan adanya Pelabuhan Belang-Belang, di harapkan dapat sebagai urat nadi transportasi di laut Sulbar, baik secara pelayaran nasional maupun Internasional.

Kepala Kantor Pelabuhan Kelas II Belang-Belang, Kapten Kristina Anthonbaru, mengatakan, baru kali ini ada ekspor terealisasi di Pelabuhan Belang-Belang.

Kami berharap kepada pelaku Pengusaha transportasi laut dapat terinovasi untuk menggunakan fasilitas yang ada. Dengan hadirnya pelabuhan ini, dapat mensupport pembangunan Sulawesi Barat,” sebut Kristina.

Masih kata Kristina, adanya PP nomor 77 tahun 2018, pelabuhan itu berubah status dari Kelas III menjadi Kelas II.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan, Pelabuhan Belang-Belang memiliki tiga dermaga dengan kedalaman kurang lebih 12 meter langsung ke selat Makassar. Selain itu, sambungnya, letak geografisnya berada pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang dilalui pelayaran-pelayaran, baik nasional maupun internasional.

Pelabuhan Belang-belang sangat terbuka kepada pelaku para pengusaha transportasi laut,”kata Kristina.

Lestari selaku perwakilan PT.Jambi Energi mengatakan, kami sangat berterima kasih kepada pihak Pelabuhan Belang-Belang yang telah memberikan support, sehingga ekspor cangkang sawit bisa berjalan lancar.

Turut hadir pada kegiatan itu, Kepala Lanal Mamuju, Letkol. Siangka, Dinas Perhubungan, perwakilan Polda Sulbar, TNI, serta undangan lainnya. (hms/Advertorial).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here