Bawaslu Mamuju Terima 36 Pelanggaran Pemilu, Terbanyak Netralitas ASN, Salahsatunya Kadis Di Mamuju

0
236
Ket.Foto: Ketua Badan Pengawasan Pemilu Kabupaten Mamuju, Rusdin.

KLIKSULBAR.id MAMUJU, Keberpihakan atau ketidaknetralan aparatur sipil negara (ASN) dalam proses demokrasi di tahapan menuju pemilihan umum, 17 april 2019, nanti masih mendominasi di wilayah kabupaten Mamuju.

Hingga kini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mamuju telah dan sedang menangani 36 kasus pelanggaran di tahapan Pemilu. mayoritas diantaranya ialah pelanggaran yang dilakukan oleh ASN.

Hal tersebut di kemukakan ketua Bawaslu Mamuju, Rusdin dalam training of trainer relawan demokrasi KPU Mamuju, Sabtu 19 Januari 2019 yang bertempat di Hotel Yaki.

“Hingga kini kami di Bawaslu melalui sentra Gakkumdu telah menangani 13 kasus terkait netralitas ASN dalam Tahapan Pemilu. ASN yang terlibat pelanggaran itu ada dari Pemkab Mamuju dan juga Pemprov Sulbar, satu orang menjabat kepala dinas lingkup Pemkab Mamuju,” ungkap Rusdin.

Sayangnya, terkait inisial Pelaku pelanggaran Pemilu Rusdin enggan menyebutkan. Adapun ketigabelas kasus pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh oknum ASN tersebut telah diproses dan hasilnya telah diserahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang berkedudukan di Jakarta untuk kemudian diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain ASN, Sentra Gakkumdu Bawaslu Mamuju juga mendapati pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh oknum Kepala desa maupun aparat desa. Pihak Bawaslu menurut Rusdin akan terus bekerja secara maksimal dalam mengawal Pemilu 2019 ini.

“Ada 13 Pelanggaran administrasi yang telah kita proses, selain itu juga ada dua pelanggaran yang dilakukan oleh oknum kepala desa, serta dua pelanggaran yang masing-masing dilakukan oleh oknum aparat desa,” tambahnya.

Rusdin juga menginformasikan, Provinsi Sulawesi Barat merupakan salah satu provinsi dengan tingkat pelanggaran pemilu tertinggi yang dilakukan oleh ASN menurut KASN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here