Ini Lima Pelanggaran Kasus Korupsi APBD-P 2013 Di Dinas Perkebunan Sulbar

0
321
Ket.Foto: Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Syamsuriansyah.

KLIKSULBAR.id MAMUJU, Kasus korupsi penyalahgunaan anggaran Perluasan lahan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Tommo telah terungkap. Dan telah merugikan negara sejumlah Rp 1.017.500.000,- (satu milyar tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah) dengan menggunakan anggaran APBDP-P 2013.

Salah satu tersangka berinisal SPR (57) yang merupakan mantan kadis Perkebunan Sulbar.

Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Syamsuriansyah saat menggelar release mengatakan ada penyimpangan pada kegiatan belanja upah kerja pembukaan lahan/land clearing atas kegiatan pengembangan perluasan dan pengelolaan lahan pertanian pada Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat T.A 2013 yang bersumber dari APBD-P.

Syamsuriansyah mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut ditemukan 5 Fakta pelanggaran.

  1. Penyimpangan pemberian bantuan upah kerja pembukaan lahan/land clearing untuk pengembangan kelapa sawit seluas 550 Ha (lima ratus ima puluh hekto are), dimana kelompok tani yang ditetapkan selaku pelaksana kegiatan tidak memenuhi syarat sebagai penerima bantuan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Juknis (petunjuk tekhnis).
  2. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat petani tidak menerima upah kerja sesuai dengan jumlah yang ada dalam SP) (surat pertanggung jawaban) kegiatan.
  3. Selanjutnya bahwa Tim verifikasi tidak melaksanakan tugasnya melakukan verifikasi terhadap dokumen kelengkapan dan kepemilikan lahan atas 11 (sebelas) kelompok tani untuk ditetapkan sebagai CPCL (calon petani calon lahan) penerima bantuan.
  4. Serta adanya surat/dokumen yang dalam SPJ (surat pertanggung jawaban) yang dibuat tidak sesuai dengan yang sebenarnya dan terjadi pemalsuan tandatangan kelompok tani.
  5. Berdasarkan keterangan saksi. bahwa setelah dirinya mencairkan dana sebesar Rp. 1.017.500.000,- (satu milyar tujuh belas juta lima rupiah), sebahagian dana tersebut disalurkan kepada tersangka Sdr. SPR. selaku Pengguna Anggaran sebesar Rp 160.000.000,- (seratus enam puluh juta rupiah) dan tersangka Sdr ZM selaku PPTK sebesar Rp 350.000.000,- (tiga ratus lima puluh juta rupiah) dan selebihnya lagi disalurkan kepada perwakilan kelompok tani. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here