GNPHI Polman: Tolong Stop Eksploitasi Perawat Honorer dan Sukarela

0
532
Perawat Honorer Demo
Ket.Foto: Seorang Perawat Membawa Spanduk “Gaji Kok Main-Main".

KLIKSULBAR.id – MAMUJU, Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Kabupaen Polewali Mandar mendukung penuh aksi mogok yang dilakukan oleh ratusan perawat honorer di lingkup instansi pelayanan kesehatan Kabupaten Mamuju.

BACA JUGA : Harga Diri Perawat Honorer Mamuju Kian Terabaikan Tanpa Pengakuan

BACA JUGA : Mogok Kerja, Perawat Honorer Mamuju Justru Diintimidasi

“Mogok kerja atau istrahat kerja itu suatu pengambilan sikap bukan perlawanan, karena kami sebagai perawat merasa tereksploitasi oleh para pimpinan-pimpinan instansi di pemerintahan,” ujar Ketua GNPHI Polman, Rahmat. Saat dihubungi via whatsapp. Minggu (9/12/2018).

Sudah bukan rahasia umum bahwa perawat bekerja shif,  pagi,  siang malam, dengan konsekuensi terpapar penyakit.

Ket.Foto: Surat Dukungan GNPHI Polman Terhadap Aksi Mogok Perawat Mamuju.

“Terkadang keluarga pasien yang mengamuk dan keluarga yang jadi sasaran,” katanya.

Ia menuturkan bahwa pemerintah sudah melanggar UU dengan memeperkerjakan dengan memberi upah yang tidak sesuai UMK.

Ket.Foto: Ketua GNPHI Polman, Rahmat.

Dukungan GNPHI Polman merupakan suara perawat-perawat yang pernah diintimidasi oleh pemerintah.

“Kami dukung gerakan tersebut karena apa yang dirasakan perawat-perawat Mamuju, itu juga yang kami rasakan disini,” tutur Rahmat.

Masalah upah kesejahteraan perawat sudah menjadi masalah nasional, semua tuntutan mereka sama yaitu eksploitasi perawat.

“Mungkin pemerintah tidak paham kalau perawat itu bagian ujung tombak dari pelayanan kesehatan, karena perawat yang memberikan pelayanan langsung ke masyarakat,” paparnya.

“Perawat itu profesi yang vital Di dalam ruang lingkup kesehatan, tolong stop eksploitasi perawat,” tutup Rahmat. (/*FA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here