Ratusan Tenaga Perawat Honorer Demo Bupati Mamuju

0
1260
Perawat Honorer Demo
Ket.Foto: Seorang Perawat Membawa Spanduk “Jangan Anak Tirikan Perawat”.

KLIKSULBAR.id MAMUJU, Gerakan nasional perawat honor Indonesia (GNPHI) Kabupaten Mamuju menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Mamuju, Kamis (6/12/2018).

Dalam aksi ini, peserta mengenakan pakaian putih, jilbab merah dan mengenakan pita hijau. Peserta unjuk rasa juga membawa spanduk dengan berbagai macam tulisan yang mengungkap keinginan mereka, seperti ‘Sekolah  Mahal Gaji Murah, ‘Profesi Kami Bukan Kaleng-Kaleng!’ dan ‘Jangan Anak Tirikan Perawat’.

Perawat Honorer Demo
Ket.Foto: Ratusan Tenaga Perawat Honorer dan Sukarela Tiba Digerbang Kantor Bupati Mamuju.

Aksi ini dilakukan untuk meminta Bupati Mamuju memperhatikan nasib honorer Perawat dan tenaga kerja sukarela yang bekerja di lingkungan pelayanan kesehatan di Kabupaten Mamuju.

Adapun aksi ini melibatkan perawat honorer dari 22 puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju daerah dengan estimasi jumlah mencapai 150 orang.

Koordinator Lapangan, Anjas mengatakan, ini lakukan sebab banyak persoalan yang terjadi dalam profesinya baik diskriminasi dalam pelayanan maupun kesejahteraan yang tak kunjung baik.

Perawat Honorer Demo
Ket.Foto: Spanduk Tuntutan Aksi Unjuk Rasa Tenaga Honorer Perawat Mamuju.

“Kami hanya ingin menyampaikan bahwa bertahun-tahun kami  telah mengabdi untuk masyarakat Mamuju dan sekitarnya. bahkan kami adalah orang yang pertama bertemu dengan masyaakat ketika masyarakat itu sakit,” katanya.

“Dan kamilah yang rela dan ikhlas merawat pasien selama 24 jam bahkan lebih lama dari pada itu untuk memastikan bahwa masyarakat mendapat perawatan dan pelayanan yang baik,” tambah dia.

Profesi bukanlah pekerjaan yang mudah, sebab yang hadapi adalah nyawa orang bukan benda mati.

“Perlu bapak/ibu ketahui bahwa gaji kami tak seberapa dengan resiko kami,” ucap Anjas.

“Kami pergi malam, pulang pagi rela tak tidur demi menjaga mereka yang sakit. Walau kadang kami selalu diremehkan dan tak jarang bekerja tanpa diberi upah,” keluhnya. (/*FA).

Adapun Tuntutan Massa Aksi sebagai berikut: 

1. Pemkab Mamuju harus memperjelas status perawat, tenaga sukarela dan kontrak

2. DPRD dan Pemkab Mamuju harus memberikan upah layak bagi perawat sesuai dengan UMK.

3. Moratoriun penerimaan tenaga honorer perawat dalam bentuk apapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here