Meji Amil: Di Tapalang Barat Dua Desa Ini Rawan Konflik Saat Pemilu 2019

0
155
daerah rawan konflik
Ket.Foto: Ketua Panwascam Kecamatan Tapalang Barat Meji Amil saat menggelar FGD Pengawasan Pemilu Partisipatif di Hotel Tomborang Mamuju.

KLIKSULBAR.id MAMUJU, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Tapalang Barat memetakan Dua desa masuk dalam kategori rawan konflik dalam perhelatan pemilu 2019. Dua desa tersebut adalah Desa Labuan Rano dan Pangasaan.

daerah rawan konflik
ket.Foto: Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Tapalang Barat.

“Kami sudah memetakan wilayah rawan sesuai situasional pada pemilu-pemilu tahun sebelumnya,” ungkap Ketua Panwascam Kecamatan Tapalang Barat Meji Amil saat menggelar FGD Pengawasan Pemilu Partisipatif di Hotel Tomborang Mamuju. Rabu (5/12/2018).

Dijelaskannya, ada sejumlah indikator yang dijadikan acuan mulai dari zona kuning, merah, dan hijau. Untuk kasus ini, seluruh Desa disebutnya masih dalam zonasi warna kuning. Tidak ada konflik yang menjurus ekstrim, namun hal demikian tetap diantisipasi jauh-jauh hari.

Di Desa Labuan Rano dikategorikan karena tingkat fanatisme masyarakat sangat tinggi. Sedangkan Desa Pangasaan berdasarkan pengalaman selalu terjadi penggelembungan suara karena akses transportasinya yang sulit.

“Rata-rata rawan tetap menurut pemetaan kami zonasinya mayoritas masih kuning. Tetapi demikian kita tetap mengantisipasi jangan sampai kerawanan ini menyebar,” jelasnya.

Di Dua Desa tersebut, pelanggaran-pelanggaran yang timbul disana jika tidak diantisipasi dan diredam sejak dini dikhawatirkan akan menimbulkan konflik sosial. Gesekan antar pendukung kerap kali mewarnai gelaran pemilu di sana.

“Khususnya yang ada di Desa Pangasaan. Kasus dalam pileg beberapa tahun yang lalu merupakan acuan kami menetapkan wilayah rawan ini di sana,” katanya.

Seluruh elemen masyarakat, pemerintah, LSM, dan Partai Politik (Parpol) diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam mengamankan gelaran Pemilihan Umum 2019. Mengedukasi masyarakat secara luas untuk menggunakan haknya dalam menentukan seorang kepada daerah.

“Upaya yang kami lakukan yaitu intens menggelar sosialisasi dibeberapa titik dan FGD. Seperti yang kami lakukan saat ini mengumpulkan Pemuda, Mahasiswa/Pelajar, hingga Wartawan untuk ikut dalam FGD ini guna membahas tugas dan fungsi pengawasan,” ujarnya. (/*FA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here