KOMKAR & MAPER Geram Pada Tindakan Oknum Aparat Yang Anarkis Pada Kader FPPI

0
505

KLIKSULBAR.id – MAMUJU, Aksi Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Kota Mamuju 22 September kemarin merupakan unjuk rasa menolak kedatangan Internasional Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB), 8 – 14 oktober 2018 di Bali.

Gerakan unjuk rasa FPPI Kota Mamuju kemarin mengangkat tema “Gerakan Rakyat Sulbar Melawan Neo Kolonialisme dan Neo Imperialisme” yang kemudian dibubarkan dengan paksa oleh aparat keamanan.

Ketua Mahasiswa Peduli Ekonomi Kerakyatan (MAPER), Fandi aksi yang kami lakukan adalah aksi wujud nyata dari kepedulian kami terhadap bangsa dan negara tapi justru malah mendapatkan tindakan refresif dari aparat kepololisian.

“Secara personal sebagai korban pemukulan sungguh kecewa pada kinerja pihak kepolisian yang ikut terlibat dalam pengamanan aksi kami,” katanya.

“Perlu diketahui bahwa aksi yang kami lakukan tidak pernah menuai ricuh karena tdk ada dari massa kami yang betul-betul prontal dalam setiap aksi kami,” ujarnya.

Menambahkan hal tersebut Mantan Ketua Komunitas Kedaulatan Rakyat (KOMKAR) Wahyu, mengutuk segala premanisme dan diskriminasi yang dilakukan para pihak oknum yang melakukan tindakan melanggar hukum.

“Saya menilai Kapolres Mamuju tidak mampu membina anggotanya kami meminta kepada Kapolda mencopot kapolres yang tidak mampu membina para bawahanya,” geram Wahyu.

Aksi unjuk rasa yang dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian bahkan sempat melayangkan tendangan dan pukulan kepada massa aksi sehingga massa mengalami memar dan luka di salah satu massa aksi. 

“Aksi kami terbilang aksi damai, lajur lalulintas terkendali walaupun jalan tertutup setengah ruas jalan,” ucapnya.

“Kami tidak ingin negara ini diciderai konstitusinya karena kapolres yang tidak mampu dalam melindungi mengayomi dan melayani masyarakat,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here