Abhan: Politisasi SARA dan Politik Uang Rentan Pecah NKRI

0
198
Ket.Foto: Pembubuhan Cap Tangan Sebagai Bentuk Melawan dan Menolak Politik Uang dan SARA.(Foto/Farid Aljawani)

KLIKSULBAR.ID – MAMUJU, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawtaslu) Sulawesi Barat menggelar Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA di Lapangan Ahmad Kirang Mamuju. Selasa (18/9/2018).

Ket.Foto: Ketua Bawaslu RI, Abhan Saat Menyampaikan Orasi Tolak dan Lawan Politik dan SARA di Lapangan Ahmad Kirang Mamuju.(Foto/Farid Aljawani).

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan selama menghadapi Pilkada, isu politik uang dan SARA merupakan isu sensitif yang selalu timbul. 

Oleh sebab itu, ia meminta komitmen kepada partai politik untuk mengawasi paslon di setiap daerah penyelenggaraan pemilu.

“Komitmen bersama menjadi kunci bagi kita untuk secara bersama-sama menciptakan tahapan Pemilu 2019 bebas dari pengaruh politik uang dan penggunaan SARA dalam kampanye Pilkada,” kata Abhan dalam orasinya.

Abhan mengatakan politik dan politisasi SARA adalah hambatan dalam mewujudkan Pilkada yang berkualitas. 

Menurutnya, setiap elemen masyarakat terutama pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan harus menyatakan perlawanan terhadap hal tersebut. Ia juga menambahkan politik uang menciptakan potensi tindakan korupsi yang harus dapat dihindari.

“Politisasi SARA dan politik uang menjadi musuh kita bersama karena praktik ini akan menciptakan potensi tindakan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sedangkan SARA berpotensi mengganggu persaudaraan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Ket.Foto: Peserta Deklarasi Membubuhkan Cap Tangan Sebagai bentuk Melawan Politik Uang dan SARA.(Foto/Farid Aljawani).

Selanjutnya setelah menyuarakan deklarasi, mereka membubuhkan cap tangan pada kain putih sebagai bentuk kerjasama dengan Bawaslu dalam mengawasi praktik politik uang dan SARA yang kemungkinan terjadi di Pemilu 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here