Majene Dapat 50 Persen, Polemik PI Migas Blok Sebuku Telah Usai

0
146
Ket.Foto: Hasil Penandatanganan MoU Antara Pihak Pemprov Sulbar dengan Pemkab Majene.

KLIKSULBAR.ID – MAJENE, Polemik pembagian Participasing Interest (PI) Migas Blok Sebuku, antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar dengan Pemkab Majene, kini telah usai.

Berakhirnya polemik pembagian PI Migas dikuatkan dengan penandatanganan Momerandum Of Understanding (MoU) antara Pemkab Majene dengan Pemprov Sulbar, di Kantor SKK Migas Jakarta, Kamis 26 Juli.

Bupati Majene Fahmi Massiara melalui sambungan selulernya membenarkan, jika melakukan penandatangan kesepahaman antara Pemprov Sulbar dengan Pemkab Majene tentang pembagian PI Blok Sebuku, yakni 50-50.

“Iya, Alhamdulillah, baru saja selesai penandatanganan,” kata Fahmi.

Penandatangan MoU lanjut Fahmi, merupakan dokumen pelengkap pernyataan minat PI Migas Blok Sebuku, serta akan menjadi Perda BUMD penerima.

“Memang harus ada kesepakatan bersama antara Pemprov Sulbar dan Pemkab Majene, dan yang kemarin konsep pembagian 60-40 itu batal, sekarang menjadi 50-50,” ucap orang nomor satu di Majene itu.

Dalam penandatangan MoU itu, tidak nampak Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar maupun sesi foto bersama.

“Beliau pulang duluan, langsung ke Bogor, ketemuji pak bupati tadi,” kata Sufyan Kasubag Protokoler Humas Setda Majene, melalui sambungan Watshap-nya.

Turut hadir dalam penandatanganan MoU, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sulbar, Ketua DPRD Majene Darmansyah, Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulbar, Asisten Bidang Ekonomi Pemkab Majene, dan pihak Asosiasi Daerah Penghasil Migas.

Padahal sebelumnya, Masyarakat Kabupaten Majene tokoh masyarakat, pengusaha, tokoh agama, budayawan, tokoh parpol, tokoh pemuda dan mahasiswa melakukan aksi di Kantor Gubernur Sulbar karena menilai Gubernur tidak adil dalam pembagian dana bagi hasil migas blok Sebuku.

Ket.Foto: Aliansi Masyarakat Majene Saat Menggelar Unjuk Rasa Di Gedung DPRD Sulbar Beberapa Waktu Lalu.

Padahal sesuai kesepakatan di Istana Wakil Presiden Jusuf Kalla, bahwa Majene akan mendapatkan 2,5 persen dari lima persen dana bagi hasil migas yang diperoleh Provinsi Sulbar dari Blok Sebuku, sementara 2,5 persen lainnya akan dikelola untuk pemerintah Provinsi Sulbar dan enam kabupaten lainnya di Sulbar atau masing masing mendapatkan 50 persen.

“Semoga dengan dana bagi hasil migas tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah Kabupaten Majene untuk membangun daerah agar maju dan berkembang dimasa mendatang disemua sektor kehidupan,” kata mantan ketua forum komunikasi mahasiswa Majene, Jasman

Namun tambahnya, Gubernur Sulbar membuat kebijakan lain dan akan memberikan bagi hasil sebesar satu persen saja untuk Majene atau sekitar 40 persen sehingga kebijakan itu dianggap tidak adil dan menciderai kebijakan pemerintah pusat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here