Inflasi Jelang Lebaran Terkendali, Mei 2018 Mamuju Inflasi 0,73 persen

0
143

KLIKSULBAR.ID – MAMUJU, Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi barat merilis perkembangan indeks harga konsumen atau inflasi mei 2018. Di kantor BPS Sulbar. Jalan RE.Martadinata, Mamuju.

Kepala BPS Sulbar, Suntono mengatakan, berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen 82 kota di Indonesia pada bulan Mei 2018, menunjukkan bahwa 65 kota mengalami inflasi dan 17 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual 1,88 persen dengan IHK 149,87 dan terendah di Purwokerto dan Tangerang yaitu masing-masing 0,01 persen, Mamuju Menempati urutan ke-36 dari 65 kota yang mengalami inflasi. 

“Inflasi di Mamuju pada Mei 2018 terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks harga pada enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan inflasi 0,38 persen; kelompok makanan jadi, munuman, rokok dan tembakau inflasi 0,16 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar inflasi 0,09 persen; kelompok sandang inflasi 0,13 persen; kelompok kesehatan inflasi 0,34 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan inflasi 0,66 persen, sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga deflasi 0,04 persen,” katanya, Senin (4/6/2017).

Sementara tingkat perubahan indeks tahun kalender Mei 2018 di Mamuju adalah inflasi 0,73 persen sedangkan tingkat perubahan indeks tahun ke tahun (Mei 2018 terhadap Mei 2017) adalah inflasi 2,80 persen.

“Berdasarkan hasil pemantauan harga eceran berbagai komoditas barang d dilakukan Kota Mamuju pada bulan Mei 2018 terjadi inflasi iebesar 621 persen, terjadi peningkatan Indeks Harga konsumen IIHK) dari 130,88 pada April 2018 menjadi 131.23 pada Mei 2018. Sedangkan tingkat perubahan indeks tahun ke tahun (Mei 2018 terhadap Mel 017) adalah inflasi 2,80 persen,”katanya.

Lanjut dia, peningkatan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks harga pada enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan 0,38 persen: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,16 persen; kelompok perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar 0.09 persen, kelompok sandang 0.13 persen; kelompok kesehatan dan kelampok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,66 persen Sedangkan 0,34 persen rekreasi dan olahraga mengalami kelompok pendidikan, deflasi sebesar 0.04 persen. 

“Masing-masing kelompok pengeluaran memberikan sumbangan inflasildeflasi berdasarkan bobot dan tingkat harga yang terjadi pada kelompok tersebut. Kelompok yang memberi andil inflasi adalah kelompok bahan makanan 0,09 persen: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,03 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,03 persen kelompok sandang 0,01 persen: kelompok kesehatan 0,01 persen: dan kelompok transpor komunikasi dan jasa keuangan 0,10 persen. Sementara itu kelompok pendidikan, rekreasi dan otah raga memberikan andil yang cukup kecil, yaitu mendekati 0,00.,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here