REFLEKSI KEBANGKITAN NASIONAL, MEMPERERAT KESATUAN BANGSA

0
301
Ket.Foto: Hassanal Martullah Ketua 1 PMII Cabang Mamuju

Oleh : Hassanal Martullah    Ketua 1 PMII Cabang Mamuju

110 tahun yang lalu tepatnya 20 mei 1908. dimana pada waktu itu  Terbentuknya budi utomo sebagai generasi perintis perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan. Moment tersebut disebut hari kebangkitan nasional. 

Kebangkitan nasional adalah suastu kondisi yang terjadi akibat adanya kegiatan “bangkit’ secara nasional . 

Dengan kata lain kebangkitan nasional adalah bangkitnya orang-orang secara nasional untuk melakukan perubahan ke era yang lebih baik. 

Juga bisa diartikan sebagai sebuah masa dimana bangkitnya PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA INDONESIA dalam memperjuangkan tujuan bersama.

Memperingati Moment tersebut suda menjadi kebiasaan di masyarakat dengan berbagai macam cara, seyogianya denga tujuan utama MENINGKATKAN KESADARAN BERBANGSA. Kerena untuk meneruskan perjuangan demi kebenaran dan keadilan. 

Serta mempertahankan martabat bangsa dan negara, yang dalam tahun-tahun belakangan ini menghadapi tantangan yang semakin gawat. 

Untuk itu sangat diperlukan akan pengetahuan dan pengenalan tentang sejarah dan identitas bangsa sendiri. 

Kebangkitan nasional lahir akan adanya kesatuan rasa, kesatuan nasib, dan satu tujuan  yang sama untuk meraih kata merdeka. 

Hal ini justru berbanding terbalik dengan kondisi bangsa hari ini dimana adanya kelompok yang sengaja ingin memecahkan persatuan bangsa . 

Beberapa minggu yang lalu warga Indonesia dikagetkan dengan adanya aksi teror dipelbagai daerah di Indonesia dan tentu hal itu  mencederai sejarah panjang persatuan  bangsa ini.

Melalui moment kebangkitan nasional marilah kita menyegarkan fikiran dan semangat akan nilai kebangsaan dan perinsip hidup dalam kebinekaan. 

Menjahui fanatime dan sifat sektarian yang berlebihan, melawan berita  hoaks dan tidak mudah terprovokasi demi keutuhan Nusantara dan membuat senyum ibu pertiwi.  

Karna ketika bangsa ini tidak aman maka sudah menjadi barang tentu umat beragama yang ada didalamnya akan tidak nyaman dalam segala hal termasuk soal ibadah.

Di era informasi global yang sedemikian terbuka, setiap orang bisa bersuara sebebas-bebasnya, fitnah menjadi jebakan yang sangat berbahaya dan menyulitkan awan memehami realitas sebenarnya. 

Ada hal yang lebih berbahaya dari terorisme yaitu hoaks yang tersebar luas.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here