FPPI Mamuju Teriakkan Hak-Hak Petani

0
292
Ket.Foto: Koordinator Lapangan, Irfan Saat Membacakan 10 Tuntutan Terhadap Pemerintah.

KLIKSULBAR.id – MAMUJU, “HIDUP petani.” “Hidup.” Hidup petani.” “Hidup….” Teriakan para pemuda silih berganti. Suasana riuh. Belasan Pemuda Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Pimkot Mamuju saat menggelar aksi peringatan Hak Tani di “Tugu Tani” simpang lima Mamuju, Jumat(20/4/2018).

Pemerintah saat ini dalam merampas tanah dengan menggunakan perangkat kekerasan negara, sesungguhnya sama dan sebangun dengan rezim orde baru. Mereka menilai perampasan hak-hak rakyat atas tanah, hutan, tambang, wilayah tangkap nelayan, wilayah kelola masyarakat adat dan desa yang terjadi sekarang ini bentuk nyata perampasan kedaulatan rakyat.

Ket.Foto: Pemuda Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Menggelar Aksi Demosntrasi di Tugu Tani Simpang Lima Mamuju.

“Bagi kaum tani, nelayan, masyarakat adat, dan perempuan, perampasan  ini membuat mereka kehilangan tanah dan kawasan laut yang menjadi sumber kehidupan,” kata Koorlap, Irfan.

lanjutnya, bagi kaum buruh, perampasan tanah dan kemiskinan petani pedesaan sumber malapetaka politik upah murah.

Sistem kerja out sourcing yang menindas kaum buruh selama ini. Untuk memulihkan hak-hak rakyat Indonesia yang dirampas ini harus segera dilaksanakan. Reforma agraria, pembaruan desa demi keadilan ekologis.

Pembaruan agraria adalah penataan ulang atau restrukturisasi pemilikan, penguasaan, dan penggunaan sumber-sumber agraria, untuk kepentingan petani, buruh tani, perempuan dan golongan ekonomi lemah.

Sistem politik hari ini masih ada campur tangan asing begitu pula dengan kemandirian secara ekonomi sampai hari ini, indonesia masih menjadi negara yang langganan impor negara asing yang masih terjadi di tahun 2018, beras, garam kita masih impor dari negara asing kejadian konflik agraria.

“Di sulawesi barat dengan adanya pembangunan infrastruktur dan perluasan perusahaan sawit yang terjadi di Pasangkayu dan Mamuju Tengah sering terjadi konflik agraria antara petani dan perusaahan, dimana mata pemerintah seakan buta akan keadilan untuk para petani,” tandasnya.

Saat menggelar aksi demonstrasi pemuda Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Pimkot Mamuju, menuntut:

1. STOP KRIMINALISASI PETANI.

2. TANAH UNTUK RAKYAT.

3. TOLAK INVESTASI ASING.

4. SEJAHTERAKAN PETANI MELALUI UU No.19 Tahun 2013.

5. STOP ALIH FUNGSI LAHAN.

6. TOLAK TAMBANG URANIUM.

7. CABUT IZIN PT BARA INDOco DI SULAWESI BARAT.

8. STop IMPOR BERAS.

9. TURUNKAN HARGA BBM.

10. PERJELAS PETA HAK GUNA USAHAM HGU.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here