Mamuju Jadi Inisiasi KLA, Suraidah: Ayo Suarakan Stop Perkawinan Anak

0
185
Ket.Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise Dan Ketua DPRD Mamuju, Suraidah Suhardi.

KLIKSULBAR.id – MAMUJU, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA), Yohana Yembise mengukuhkan 6 kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, menuju kota layak anak (KLA).

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Suraidah Suhardi mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kementrian PP-PA RI di Provinsi Sulawesi Barat. Dimana Sulbar menjadi urutan pertama di Indonesia sebagai daerah tertinggi pernikahan anak di usia dini.

“Saya apresiasi itu yah, karena ada komitmen yang dibangun untuk Mamuju dan pemprov sulbar sebagai kota layak anak,” kata Suraidah saat dikonfirmasi melalui whatsapp. Jumat, 13/04/2018.

Terkait kasus kekrasan terhadap anak di Sulbar, untuk tahun 2016 sebanyak 129 kasus, tahun 2017 sebanyak 257 kasus, pelaku kekerasan pun berariatif ada yang dilakukan oleh teman sebaya, juga ada yang diakukan keluarga dekat, ini ibarat fenomena gunung es yang kemungkinan jauh lebih besar dibandingkan fakta di lapangan.

Di samping itu, Politisi Demokrat ini juga berharap peran penting masyarakat dalam upaya Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam mewujudkan kota layak anak.

“Mari kita suarakan kampanye stop perkawinan anak,” katanya.

Perkawinan Anak merupakan pelanggaran hak-hak anak perempuan dan anak laki-laki, karena anak-anak rentan kehilangan hak pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, dan tercabut dari kebahagiaan masa anak-anak

“Pemenuhan hak sipil dan kebebasan hak anak; Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif; Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan; Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya; serta Perlindungan Khusus adalah 5 kluster hak anak yang wajib kita penuhi dalam mewujudkan KLA,” tutupnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here