KPPMB Tuntut Penyelesaian Kasus Pelecehen Seksual Di Bonehau, Kapolres: Kami Tengah Tangani Kasusnya

0
229
Ket.Foto: Sejumlah Massa Aksi Yang Menyuarakan Penanganan Kausus Pelecehan Seksual Di Bonehau.

MAMUJU,KLIKSULBAR.id – Pelecehan seksual adalah suatu bentuk penyiksaan terhadap anak dimana orang dewasa atau remaja yang lebih tua menggunakan anak untuk rangsangan.

Bentuk pelecehan seskual merupakan perilaku tidak senonoh terhadap korban dalam konteks non-seksual, bisa tanpa melakukan kontak fisik kelamin.

Telah terjadi lagi kasus pelecehan seksual terhadap anak berumur 7 (tujuh) tahun yang masih duduk dibangku kelas 2 sekolah dasar (SD) di Dusun Pangolloan Desa Bonehau Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.

Kasus pelecehan seksual ini bukan pertama kali terjadi di Mamuju, ini merupakan kasus yang kesekian kalinya. efek kekrasan seksual terhadap anak bisa membuat anak tersebut depresi, gangguan stres pascatrauma, kegelisahan dan lain sebagainya.

Faktor utama yang membuat anak rentan menjadi sasaran pelecehan seksual adalah adanya karakteristik kepribadian yang menyimpang dari pelaku seksual, pelaku seksual biasanya sosok yang sangat norml secara kasat mata, sangat sulit membedakan dengan orang normal pada umumnnya.

Kasus pelecehan seksual yang menimpa bocah 7 tahun di Dusun Pangolloan Desa Bonehau, Kec Bonehau Kabupaten Mamuju mendapat aksi simpati dari Kerukunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bonehau (KPPMB) yang menyuarakan isi hati keluarga korban. Mereka menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Subar dengan estimasi massa 25 orang. Senin (29/01).

Dimana mereka menilai kepolisian setempat dalam hal ini Polres “Metro” Mamuju sangat lamban menangani kasus tersebut.

“Kami melakukan aksi ini merupakan bentuk simpati terhadap adik kita yang mendapat perilaku tidak senonoh yang dilakukan oleh sejumlah oknum pemuda di Dusun Pangoloaan Deesa Bonehau,” kata orator aksi Amiruddin.

Lanjut Amiruddin, kami meminta kepada Bapak Kapolda Sulbar agar mencopot Kapolsek Kalumpang yang dalam hal ini penegak hukum di wilayah Bonehau.

“Kami berharap penegak hukum di Sulbar yang Malaqbi ini tidak pandang buluh dalam menangani kasus hukum. Apa lagi korban merupakan dari keluarga yang tidak mampu. Hukum dinegara kita adalah hukum yang seharusnya taham ke atas bukan tajam kebawah,” ucapnya.

Tak hanya itu, jika kasus ini tetap berlarut-larut masyarakat bisa menilai bahwa hukum diwilayah Polda Subar hanya tajam ke bawah terhadap orang miskin atau adanya kongkalikong antara oknum kepolisian dengan tersangka.

Mananggapi hal tersebut Kapolres “Metro” Mamuju AKBP Muhammad Rivai Arvan, kami dari pihak kepolisiann salut terhadap kawan-kawan demonstrasi karena telah menyuarakan aksi bela kasus pelecehan seksual yang dialami adik kita di Dusun Pangoloaan Desa Bonehau.

“Pihak kepolisian telah melakukan prosedur penyelidikan sesuai aturan, satu orang dari ke sekian nama yang disebut oleh korban telah kami periksa. Sedangkan nama yang lain kita masih membutuhkan bukti reel yang dapat menjerat mereka,” papar AKBP Muh Rivai Arvan

“Penanganan kasus anak berbeda dengan kasus pada umumnya. Karena kasus pada anak membutuhkan waktu yang lama karena ada hal yang harus dilakukan oleh penyidik. Penyidik Juga telah melakukan visum terhadap korban, hasilnya dari kedokteran pun ada. Dari keterangan hasil visum tidak ada luka sobek yang dialami oleh si korban,” kata Kapolres

Kapolres berharap agar pesan yang saya sampaikan bisa diteruskan ke keluarga korban di Bonehau.

“Akses yang jauh ini, menyebabkan tidak adanya komunikasi anatar keluarga korban dengan kepolisian, tapi kami yang merupakan pengayom masyarakat dan peduli kepada masyarakat kami sendiri yang mendatangi mereka di Bonehau, apa lagi korban dan pelaku ini statusnya masi pelajar jadi kami juga tidak ingin mengganggu sekolah mereka, akhirya kami sendiri yang terjun kelokasi untuk memintai keterangan kepada pelaku dan korban,” tutup AKBP Muhammad Rivai Arvan.

Laporan: Farid Al-Jawani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here