Penerimaan Pajak Sulbar Turun 8 Persen

0
202
Ket.Foto: Kepala KPP Pratama Mamuju, Hadinengrat Nusantoro.

MAMUJU,KLIKSULBAR.id – Tahun 2017 penerimaan pajak Provinsi Sulawesi Barat tumbuh negatif sekitar 8 persen. hal tersebut disebabkan tidak adanya lagi Tax Amnesty dan banyaknya rekanan atau pihak ketiga dalam sektor belanja pemerintah pusat atau daerah yang pajaknya tidak masuk ke Sulbar.

“Tahun 2016 penerimaan pajak di Sulbar 382 miliar turun menjadi 354 miliar jadi turunya 8 persen,” kata Hadinengrat Nusantoro Kepala KPP Pratama Mamuju, Selasa (16/1).

Tahun 2016 pajak yang keluar sekitar 46 persen dan ditahun 2017 ini meningkat menjadi 52 persen ini yang menyebabkan penerimaan pajak di Sulawesi Barat negatif.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Dadal Angkoro bahwa pertumbuhan ekonomi di Sulbar bisa lebih meningkat jika terobosan yang dilakukan oleh teman disini bisa berjalan dengan baik.

“Pajak yang dibayarkan oleh rekanan atau pemenang proyek tetap sama, yang dulunya mereka membayar diluar Sulbar tetapi sekarang harus membayarnya di Wilayah Sulbar dan penerimaan pajak yang tercatat disini akan meningkat,” katanya.

ia menambahkan, jika ini diterapkan dengan baik pertumbuhan ekonomi di Sulbar akan meningkat 0,1 sampai 0,3 persen.

Plt Ka BPKPD Sulbar, Drs.Amir Biri mengatakan, untuk menunjang penerimaan pajak di Sulawesi Barat, Gubernur sudah melayangkan Surat Edaran No 8 Tahun 2017 tentang pembagian hasil pajak.

“Kita upayakan rekanan atau pemenang tender yang dari luar dalam pembayaran pajaknya bisa melalui bendahara pemerintah atau langsung membuka NPWP lokal di wilayah Sulawesi Barat,” paparnya.

Lanjut ia mengatakan, kami bersama dengan Kanwil Perpajakan telah mengambil langkah terhadap pengusaha-pengusaha yang belum bisa menggunakan NPWP Lokal bisa menggunakan NPWP bendahara yang bersangkutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here