FPPI Mamuju Tolak Impor Beras Dan Stop Eksploitasi Kekayaan Alam

0
762
Ket.Foto: Sejumlah Aktivis FPPI Mamuju Menggelar Aksi Demonstrasi Di Depan Kantor Bulog Mamuju

MAMUJU,KLIKSULBAR.id Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) pimpinan kota Mamuju menggelar aksi demontrasi di depan kantor sub drive Bulog Kabupaten Mamuju, Selasa (16/1). Mereka mengungkapkan bahwa program nawa cita presiden Indonesia dinilai gagal.

Hal tersebut dilakukan bahwa tahun 2018 pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla melakukan import beras sebanyak 500.000 ton. Indonesia yang merupakan negara agraria mengimpor beras 500.000 ton merupakan pukulan besar bagi para petani-petani lokal.

Sejumlah aktivis FPPI Mamuju berorasi menolak pemerintahan Jokowi-JK untuk melakukan Import beras.

“Program Nawacita yang digagas oleh pemrintahan jokowi-jk dinilai gagal, karena pemerintahan jokowi-jk tidak bisa melakukan swasembada pangan, justru malah mengimport beras dari negara-negara tetangga seperti thailand dan vietnam,” kata Fandi selaku koorlap.

Dalam orasinya, Fandi mengatakan bahwa ini pukulan terbesar para petani karena pemerintah telah melakukan import beras sebesar 500.000 ton.

“Ironis, Mentri Pertanian Andi Amran Sulaiman pernah mengatakan bahwa kalau Indonesia tidak akan impor beras pada tahun 2018, karena capaian produksi cukup menggembirakan. hal tersebbut diungkapkan saar membuka musrembang pertanian nasional 2017 di gedung kementrian pertanian, Jakarta awal Juni 2017,” ucap Fandi.

Namun fakta berkata lain, Indonesia kembali menimpor beras di awal tahun 2018, langkah yang dinailai tidak populis lantaran dimulai pertengahan februari 2018 dan berakhir pada maret 2018 Indonesia sudah panen raya.

“Ini merupakan persengkongkolan elit nasional hingga lokal yang mencari keuntungan dan merugikan petani dibalik program impor beras tersebut,” katanya.

selaian menolak impor beras, FPPI Kota Mamuju juga menolak pengelolaan tambang yang ada di Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju, karena dinilai mengeksploitasi kekayaan alam daerah dan berdampak radiasi yang mebahayakan penduduk sekitar.

“Stop eksploitasi kekayaan alam, nasionalisasi aset asing untuk swasembada pangan,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here