Mahasiwa KKN Unika Tim Posko Duripoku Bekerjasama Dengan BNNP Sulbar Akan Gelar Sosialisasi Bahaya Narkotika Dan HIV/AIDS

0
531
Ket.Foto: Koordinator Kecamatan Duripoku, Mahasiswa KKN Unika Angkatan IX Tahun 2017 Saat Mendatangi Kantor BNNP Sulbar Di Mamuju.

MAMUJU,KLIKSULBAR.id – Mahasiswa sebagai salah satu agen perubahan menjadi aset penting pembangunan dalam suatu negara. Untuk itu, penting bagi mahasiswa untuk melakukan hal postif dan menghindari perilaku negatif salah satunya dengan menjauhi narkoba.

Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiwa dituntut untuk mengabdi kepada masyarakat dan manjadi fasilitator, dari program kerja KKN.

Mahasiswa KKN Universitas Tomakaka Mamuju Angkatan IX tahun 2017 yang tersebar di Kabupaten Mamuju Utara, khusunya di Kecamatan Duripoku memliliki program kerja untuk membantu membangun kemajuan sumber daya manusia di masyarakat pedesaan.

Mahasiswa KKN Unika Angkatan IX Tahun 2017 yang berposko di Kecamatan Duripoku bekerjasama dengan BNN dan instansi terkait akan mensosialisasikan bahaya Narkotika dan HIV/AIDS dikalangan pelajar.

“Untuk menjadikan generasi yang unggul dan memiliki sumber daya manusia yang baik,  generasi muda harus ikut memerangi narkoba dengan berperan aktif menciptakan lingkungan yang bebas dari obat-obatan terlarang tersebut, ucap Ayu, bidang penyuluhan dan sosialisasi BNNP Sulawesi Barat. Saat ditemui oleh Mahasiswa KKN Unika Angkatan IX Tahun 2017 dari Posko Kecamatan Duripoku. Rabu 28/10/2017.

Siswa merupakan yang paling rentan akan terserang pengaruh narkoba. Hal ini dikarenakan, siswa memiliki tiga jalur yang dapat menjerumuskan mereka ke lingkaran barang haram tersebut, tiga jalur ini ialah Jalur pribadi atau individu, jalur lingkungan tempat nongkrong dan jalur ketersedian obat-obatan,

Jalur pertama yakni individu atau pribadi menjadi salah satu jalur awal bagi seseorang sejauh manakah dirinya mengetahui mengenai obat-obatan terlarang yakni narkoba. Untuk itu, pada jalur pertama ini pemahaman mengenai obat-obatan terlarang sangat penting.

Jalur penyebaran narkoba melalui lingkungan merupakan salah satu jalur yang banyak menyerang anak muda. Hal ini tidak lain dan tidak bukan, banyak anak muda terpengaruh dari pergaulan teman-temannya hingga terjebak dalam dunia narkoba.

“Lingkungan merupakan jalur yang sangat besar pengaruhnya terhadap anak muda ketika terjerumus dan kecanduan narkoba. Umumnya mereka ini salah dalam memilih teman, sehingga teman mereka banyak yang mengajak anak muda yang semula tidak memakai dan tidak mengetahui narkoba, menjadi ikut-ikutan sehingga kecanduan. Untuk itu penting bagi anak muda untuk dapat memilih teman yang baik,” ungkap ayu.

Sementara jalur penyebaran narkoba yang terakhir ialah melalui ketersedian obat-obatan tersebut di masyarakat. Narkoba akan selalu ada dan terdapat di tengah-tengah masyarakat, hal ini dikarenakan banyak kepentingan dari ketersedian narkoba seperti kepentingan ekonomi hingga sosial.

“Jalur ketersedian narkoba di masyarakat ini dikarenakan adanya para mafia dan bandar yang bermain seolah-olah narkoba ini memeberikan manfaat pada kehidupan ekonomi dan sosial di masyarakat, sehingga banyak masyarakat tidak menyadari akan bahaya penyebaran dari narkoba,” ujarnya.

Ayu pun berharap nantinya siswa nantinya dapat menjauhkan diri dari barang-barang haram tersebut, karena kesempatan mahasiswa sebagai agen perubahan dan harapan bangsa dapat terbuka lebar dengan mengindarkan diri dari dunia narkoba.

“Saya berharap siswa yang akan mendapat sosialisasi tersebut akan menjadi pelajar yang mampu membentengi diri sendiri dan masayarakat, untuk menciptakan lingkungan belajar kondusif dan jauh dari narkoba. Sehingga mereka bisa menjadi cendikiawan-cendikiawan yang mampu berperan aktif kepada pembangunan yang ada di negara kita khususnya dalam menyongsong bonus demografi,” tutup Ayu. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here