Gara-Gara Kabar Hoax Seminar PKI, Kantor YLBHI Dikepung Massa

0
401

JAKARTA,KLIKSULBAR.id  Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati, tengah mempertimbangkan langkah-langkah hukum guna menindaklanjuti aksi pembubaran seminar bertajuk “Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/66” oleh kepolisian. Menurut Asfinawati, aparat kepolisian telah bertindak semena-mena dan tidak memiliki alasan kuat untuk membubarkan acara diskusi tersebut.

“Ada satu orang LBH (Lembaga Bantuan Hukum) yang diintimidasi, serta ke teman-teman yang berjaga di depan. Lalu ada juga pernyataan-pernyataan diskriminatif,” kata Asfinawati di Gedung YLBHI, Jakarta pada Minggu (17/9/2017) sore.

Asfinawati juga menyayangkan tindakan pihak kepolisian pada Sabtu (16/9/2017) karena dinilai dapat memicu masyarakat untuk berbuat serupa. Oleh karena itu, Asfinawati menuntut pihak kepolisian menjelaskan maksud dari tindakan itu.

“Kalau kepolisian semangatnya untuk perlindungan, kami mengapresiasi. Tapi namanya perlindungan, mereka menjaga dari serangan dan bukan menghambat orang yang punya kantor dalam beraktivitas, apalagi semacam diskusi akademis,” ujar Asfinawati.

Dalam kesempatan yang sama, Asfinawati menduga adanya kabar bohong (hoax) yang tersebar terkait tema seminar. Asfinawati pun membantah kalau seminar diadakan sebagai upaya pembangkitan paham Leninisme maupun Marxisme.

“Masalahnya, kemarin itu bukan diskusi Marxisme dan Leninisme. Itu diskusi tentang pelanggaran-pelanggaran HAM (hak asasi manusia) yang dialami banyak sekali orang pada 1965, yang tidak semuanya terlibat PKI (Partai Komunis Indonesia),” tukas Asfinawati. 

Setelah peristiwa kemarin, Asfinawati lantas mengaku tidak gentar dengan berbagai tekanan yang kerap muncul. Bahkan Asfinawati mengklaim sebagian dari para penyintas yang turut hadir menganggap aksi pembubaran seminar sebagai bentuk perjuangan yang masih belum usai.

“Kami buktikan tidak perlu adanya izin untuk mengadakan kegiatan di tempat sendiri. Masak kalau di jalan pakai pemberitahuan, di kantor sendiri pakai izin? Logika kita mau dikhianati seperti apa?” ucap Asfinawati lagi.

Sebagai reaksi dari aksi penolakan, hari ini YLBHI yang dibantu sejumlah pendukungnya menggelar aksi solidaritas bertajuk “Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi” di Gedung YLBHI, Menteng, Jakarta sejak sore hingga malam hari.

Warga yang terkepung di Gedung LBH  Jakarta, karena ada unjuk rasa di luar gedung, akhirnya dievakuasi ke Polda Metro Jaya, Senin dini hari, 18 September 2017. Sebanyak 86 orang panitia, pengisi dan tamu acara pentas seni AsikAsikAksi, dievakuasi melalui Jalan Mendut di samping gedung.

Evakuasi dilakukan mulai pukul 2.30, menyusul serangan pengunjuk rasa ke Gedung LBH. Seratusan demonstran itu mulai melempari gedung tempat puluhan warga dan wartawan terkurung. Polisi lalu menghalau demonstran dengan gas air mata, meski mereka sempat melempari aparat dengan batu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here