Ternyata Tahi Lalat Dipengaruhi Faktor Genetik, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kulit !

0
292

JAKARTA, KLIKSULBAR.ID — Tahi lalat biasa di identikkan dengan tanda lahir.
Namun ada juga juga yang mengatakan bahwa tahi lalat menunjukkan sifat seseorang
berdasarkan tempatnya. Tahi lalat pada seseorang juga berbeda-beda, ada yang tumbuh
sedikit, ada juga yang banyak. Ini penjelasan dokter Spesialis Kulit !

Menurutdokter spesialis kulit dari RS Mayapada, dr Armansjah Dara Sjahrudin, SpKK,
MKes, banyak tidaknya tahi lalat pada tubuh dipengaruhi oleh faktor genetik dan juga
pigmentasi kulit. Ia mencontohkan seperti orang yang mudah ditumbuhi uban.

“Bahwa memang genetiknya dia banyak yang menghasilkan si nevus ini. Sama seperti
misalnya ada orang yang memang gampang ubanan. Itu genetik mereka menghasilkan rambut
putih pigmentasinya lebih cepat hancur, jadi rambut kita ini mengikuti pigmentasi
kulit di badan kita,” terang pria yang akrab disapa dr Dara itu.

dr Dara juga mengumpamakan pada orang Eropa dan orang Amerika yang memiliki rambut
berwarna kuning pada kulit mereka yang sesuai dengan pigmentasi warna tubuh.

“Makanya kalau orang Eropa atau orang Amerika yang ibaratnya blonde itu dia seluruh
rambut di kulitnya berwarna kuning. Karena pigmentasinya sesuai dengan pigmentasi
warna tubuhnya,” ucap dr Dara.

“Kalau kita orang Asia mungkin kebanyakan pigmentasi rambut kita berwarna hitam. Tapi
begitu semua akhirnya mencapai titik tertentu, akhirnya pigmentasinya itu sendiri
menjadi pudar, di situlah uban tumbuh,” sambung dr Dara.

Menurut dr Dara banyak tidaknya tahi lalat yang muncul di tubuh bagian tertentu
justru cenderung dikaitkan dengan estetika.

“Mungkin dari segi bahaya secara medis tidak, tapi secara estetik mungkin ada yang
mengganggu, lebih ke arah psikis,” imbuh dr Dara.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here