Garuda Muda Kekurangan Penyerang, Ini Solusi yang Diberikan Pelatih Persipura !

0
233
KHIDMAT. Garuda Muda saat menyayikan lagu Indonesia Raya di ajang Sea Games 2017 cabor sepakbola.

KLIKSULBAR.ID – Kurangnya stok striker murni di dalam skuad Indonesia U-22, diduga menjadi kegagalan Garuda Muda mencapai partai puncak.Solusi ditawarkan Wanderley Junior soal minimnya penyerang murni di Timnas U-22. Pelatih Persipura Jayapura ini menyebut, alih-alih berkeluh kesah dan menjadikan minimnya striker sebagai alasan, skuat Garuda Muda (julukan Timnas U-22) bisa mengeksploitasi kekuatan mereka.

Selain memiliki keunggulan dari segi passing ang cepat. Wanderley juga menganggap, Indonesia U-22 harus memanfaatkan pemain memiliki skill individu yang baik di lini sayap, serta gelandang yang sering membantu ketika Garuda Muda menyerang.

“Indonesia memiliki keunggulan passing cepat,” ujar Wanderley, pada wartawan.

“Mereka bisa juga memanfaatkan skill individu para pemain sayap dan bantuan gelandang, yang naik dari lini kedua, untuk mencetak gol,” sambungnya.

Menurut Wanderley, dalam sepakbola, tugas mencetak gol bukan semata milik penyerang. Semua pemain, sambung pelatih asal Brasil tersebut, memiliki tanggung jawab serupa mencetak gol.

“Kalau hanya bergantung penyerang untuk mencetak gol, tim bisa kalah terus menerus,” tuturnya.

Sebelumnya, Skuat Garuda Muda diastikan gagal melaku ke partai puncak SEA Games 2017. Pada partai Semifinal, Evan Dimas dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor 0-1. Gol semata wayang yang terjadi pada pertandingan di Stadion Shah Alam Selangor, Malaysia, Sabtu 26 Agustus dicetak Thanabalan pada menit 86.

Pada pertandingan ini, sejatinya, Timnas U-22 bukan nir-peluang. Garuda Muda sempat beberapa kali memiliki kesempatan mencetak gol, yang sayangnya, selalu gagal dimanfaatkan dengan baik.

Hasil tersebut mengundang sejumlah penilaian. Banyak yang menyebut kegagalan Indonesia mencetak gol karena kurangnya mereka memiliki sosok penyerang murni.

Lebih lanjut, selain memperbanyak opsi finishing, Wanderley menilai para penggawa Indonesia harus meningkatkan kepercayaan diri mereka, khususnya kala melakukan penyelesaian akhir. Ia menyebut pada laga kontra Malaysia, pemain kerap grogi dalam berupaya mencetak gol

“Karenanya, mereka banyak membuat kesalahan, termasuk salah menembak atau mengontrol bola pada momen-momen akhir,” ia menandaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here